Minggu, 07 Februari 2010

potong rambut...

Hari ini, semenjak kemaren sebenernya, pengen sekali potong rambut. Pagi ini mencoba ke tempat cukur langganan, tapi sayang masih tutup, alhasil menunggu agak siangan aja....

Well, berbicara tentang potong rambut ini ada suatu permasalahan yang sampe sekarang gak saya mengerti....
Ketika orang itu lagi banyak beban pikiran, (bahasa kasarnya stres), kenapa banyak orang memilih untuk potong rambut. Sebenernya apa sih pengaruh antara rambut pendek dengan hilangnya beban pikiran. Ataukah memang kondisi rambut (panjang) mempengaruhi produksi zat-zat tertentu yang berakibat kepala semakin pusing. Atau mungkin itu hanya sugesti saja....

Mencoba mencari literartur ilmiah ini.... tapi sedikit bingung keyword-nya apa ini.... (tentu saja dengan kelemotan internet yang semakin menjadi-jadi)..
  1. Mencoba mencari dengan kata kunci "potong rambut dan stres" -> tidak menemukan referensi yang tepat
  2. Mencoba mencari dengan kata kunci "stres dan potong rambut" -> tidak menemukan hasil juga
  3. Mencoba mencari dengan kata kunci "potong rambut dan dampak psikologis" -> hasil gak memuaskan
  4. Mencoba mencari dengan kata kunci "psikologis potong rambut" -> tetep tidak membuahkan hasil
  5. The last (habis ini menyerah) mencoba mecari degan kata kunci "cut hair psychology" -> hmmm,...let me see
Untuk yang keyword nomer lima ada beberapa referensi :
http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20080606164819AAvl8jG -> potong rambut karena stres
http://triloquist.blogspot.com/2008/01/psychology-of-hair.html

http://www.hairlosslearningcenter.org/content/cures/psychology-of-hair-loss.asp
http://www.digsmagazine.com/cgi-bin/ubbcgi/ultimatebb.cgi?ubb=get_topic;f=13;t=000707;p=0

Agak males baca sebenernya, karena saya tau itu bukan bukti yang otentik semacam paper atau jurnal ilmiah, cuman ada beberapa yang bilang kalau rambut baru berarti "hidup baru, suasana baru, bla..bla..bla" (aku memandang ini sebagai sugesti saja dan persepsi tiap orang berbeda). Ada juga beberapa yang bilang kalau style rambut mencerminkan kondisi psikologi seseorang atau seseorang potong rambut karena memang tuntutan pekerjaan yang memang harus kelihatan rapi (ini mungkin yang lebih realistis untuk saya saat ini).....

Well, kalau saya sendiri potong rambut karena emang sudah waktunya, dan memang ndak suka rambut panjang (sering rontok dan gatal-gatal). Dan saya aku setelah potong rambut ya kepala jadi lebih ringan....

Bagaimana menurut persepsi Anda ???
*) sumbangan artikel ilmiah, paper atau jurnal akan sangat membantu

Buku motifasi dan inspirasi

Seperti biasa, saya paling tidak tahan untuk tidak "mengambil" buku yang menarik bagi saya, ketika saya jalan-jalan ke toko buku, walaupun terkadang harus berpikir dua kali karena budget menipis, dan merencanakan untuk anggaran bulan berikutnya.....

Beberapa buku yang menarik minat saya belakangan ini adalah buku tentang motivasi. Tergolong buku berat sebenernya, karena saya lebih mudah mencerna suatu motivasi lewat kisah-kisah seperti novel dan lain sebagainya. Tapi buku yang saya beli ini kelihatan menarik dan semoga tidak kecewa setelah saya membacanya.
  1. Terapi Berpikir Positif (international best seller), Dr, Ibrahim Elfiky. Saya mendapatkan buku ini beberapa hari yang lalu, sebenernya ada dua buku (saya lupa satunya), tapi saya memutuskan untuk hanya membeli buku ini karena budget tipis.
  2. Be A Genius Teacher, Abdullah Muhammad Abdul Mu'thi. Saya mendapatkan buku ini beberapa bulan yang lalu (dan masih belum sempat saya baca). Alasan membeli buku ini, karena profesi saya.
  3. Sukses Besar dengan Intervensi Allah, DR. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (motivator dan ekonom islam di Indonesia). Buku ini saya dapatkan berbulan-bulan yang lalu setelah dipinjami buku (pengarang yang sama) oleh sahabat saya Mas Kholimi. Dan sayangnya keduanya ini belum sempat saya baca.
Saya tidak akan memberikan resensi untuk buku-buku diatas, karena saya terus terang belum membacanya. Dan saya memang bukan seorang pe-resensi yang baik. Tapi setidaknya suatu saat nanti saya ingin membagi ilmu yang saya dapatkan dari buku-buku diatas.
Semoga disela-sela aktifitas saya, saya masih bisa menyempatkan untuk menggali ilmu-ilmu yang masih belum saya pahami......

Tertarik ???

Ketika melihat seorang peminta-minta.....

Minggu, 7 Februari 2010, jam 1.58 dini hari

Kembali terjaga malam ini,
Tiba-tiba hasrat untuk ingin mencoret-coret blog sedikit muncul, mumupung lagi ada sedikit ide semenjak perut terasa mules mulai pukul 1.30 .... sambil mengisi waktu untuk menunggu waktu beribadah

bismillah,

Topik kali ini adalah ...

Apakah yang Anda lakukan ketika melihat orang yang meminta-minta...??
Dari pertanyaan diatas, muncul bebeberapa tindakan yang berbeda, yang pertama membiarkan peminta-minta tersebut, dan yang kedua memberi sesuatu ke peminta-minta tersebut.... Dalam persepsi pribadi, saya membenarkan dua tindakan tersebut

*(pertama) Membiarkan peminta-minta tersebut
Saya bisa jadi tidak menyalahkan tindakan tersebut, kenapa? Ada berbagai alasan sebenernya.
  • Yang pertama, mungkin kita tidak tahu kondisi sebenernya dari orang itu. Saya pernah baca suatu kisah di salah satu surat kabar yang pernah membicarakan masalah seperti ini (baca pengemis), dan ternyata terdapat suatu organisasi khusus, dan bahkan sang pemilik organisasi ini tergolong orang-orang yang mampu (punya 2 rumah beberapa mobil dan pernah beribadah Haji).
  • Yang kedua, kalau dilihat kondisi fisiknya orang tersebut masih banyak yang muda, yang pada intinya masih bisa untuk bekerja. Pernah menonton acara kick Andy, dan sempat tertegun ketika melihat seorang yang (maaf) disabled, dengan penuh semangat berkarya dan memberikan manfaat buat orang lain (secara pribadi bisa jadi tingkat semangatnya jauh diatas saya)
  • Yang ketiga, menimbulkan kemalasan untuk bekerja. Pendapat implisit ini pernah dikemukakan oleh seorang sahabat saya sekaligus mentor saya selama kuliah dan sampai sekarang (Ali Sofyan Kholimi). Mas kholimi pernah menceritakan sebuah gagasan kepada saya ketika ada seorang peminta-minta, maka kita coba untuk memberinya makanan bukan uang. Karena kita tidak pernah tau uang itu digunakan untuk apa. (mohon koreksinya mas khol).
Untuk alasan yang pertama ini kalau saya melihat, mereka sebenarnya membutuhkan semangat, membutuhkan motivasi untuk bekerja. Saya tidak menyalahkan jika di beberapa daerah diberlakukan perda yang memberikan aturan pelarangan untuk memberikan sesuatu kepada peminta-minta, bahkan memberikan sanksi jika melakukanya. Hal ini cocok dengan alasan yang ketiga.

Kalau memang kita tidak yakin gara-gara point yang pertama ini, sebenernya masih banyak cara untuk beramal. Kalau kita berniat, kita juga bisa menyalurkan pada lembaga-lembaga amal, infaq, shodaqoh, dan zakat. Ataupun panti-panti yang secara jelas bisa meyalurkan shodaqoh yang kita berikan dengan tepat.

*(yang kedua) Memberikan sesuatu kepada peminta-minta
Adalah naluri seorang manusia, yang mencintai dan mengasihi satu sama lain. Ada beberapa orang termasuk saya, yang terkadang tidak tega melihat peminta-minta tersebut. Apalagi kalau kondisi fisik orang tersebut tidak sempurna. Saya biasanya melihat kondisi dari orang tersebut. Kalau menurut indera saya, dia terlihat masih muda dan sebenernya masih kuat untuk bekerja, maka saya tidak memberi. Tapi apabila kondisi orang tersebut benar-benar seorang pengemis dan tidak memiliki kemampuan apapun, maka saya memberi sesuatu kepada orang itu. Entah perbuatan saya ini tergolong salah atau tidak yang jelas memang saya berniat untuk beribadah, dan berniat untuk shodaqoh toh harta saya tidak akan habis hanya karena bershodaqoh.

Saya pribadi selalu punya prinsip, bahwa kalau kita menanam kebaikan pada orang lain, InsyaAllah kebaikan itu akan kembali kepada kita, bahkan bisa jadi kebaikan yang kita terima nanti jauh lebih besar daripada yang kita dapatkan, walaupun tidak secara langsung kita dapatkan selama hidup. Saya benar-benar percaya bahwa kalau bershodaqoh tidak membuat saya jatuh miskin. Dan itu sebagai wujud syukur dan pembersihan harta yang saya dapatkan.
Saya ingat bener statement dari seorang teman (Nizar Ihromi Hidayat), "Har, kalau pengen didoakan untuk suatu kebaikan, maka rajinlah bershodaqoh".......

Well, seperti itulah pikiran-pikiran yang saya tuangkan dalam tulisan ini. Saya sangat bersyukur jika tulisan saya yang sangat sederhana ini bisa memberi manfaat dan inspirasi buat orang lain...

Selasa, 26 Januari 2010

It's about The Time.......

That's great...

Masih ingat bener, perasaan minggu kemaren orang-orang janjian ngumpul jam 10.00 teeet. Lha kok cuman aku yang ada di sini Lab C Ekonomi. Hmmmm, tak apalah positif thinking, mungkin bapak-bapak dan ibuk-ibuk masih sibuk,....

OK, how do you define the time...
Jujur sih, terkadang saya juga ndak konsisten terhadap satu hal ini.."WAKTU", mungkin juga karena kesibukan, banyak tugas, ke-MALAS-an (salah satu hal yang paling saya benci pada diri saya), atau hal apapun itu. Saya yakin Anda juga pernah mengalami seperti itu.

Seberapa pentingkah waktu bagi kita?? Mungkin kita renungkan bersama dulu. Dalam satu hari berapa detik, menit, atau jam waktu kita yang terbuang untuk hal-hal yang kurang berguna ?? Atau mungkin ketika Anda membuat suatu janji dengan orang-orang... seberapa menit Anda terlambat dalam satu hari ??

Sedikit pertanyaan-pertanyaan diatas yang membuat saya terus berpikir, bagaimana saya bisa memanfaatkan waktu dengan efektif, dan maksimal, dari konteks Hubungan Vertikal maupun horizontal. Ataukah saya terlalu idealis untuk memikirkan hal-hal seperti itu....

Ah kesannya tulisan-tulisan diatas tidak memberikan suatu solusi, bahkan menambah suatu permasalahan sendiri. Karena memang saya masih merasa belum punya kompotensi untuk memberikan solusi (sekali lagi saya merasa masih belum konsisten)...

SO, mari kita diskusikan berasama !!!!

Sabtu, 23 Januari 2010

Pizza dan diare

Apa kaitan pizza sama diare ?? (pertanyaan serius)
pertanyaan aneh dari seorang temen.
Belum pernah terlibat di dunia kesehatan sih, jadi rada bingung mau jawab gimana...
Tapi, akan dicoba dijawab dengan hipotesa yang asal-asalan dari seorang yang sangat "dummies" sekali di dunia kesehatan

Kalau kembali ke pertanyaan tadi, maka ada salah satu hal yang harus dicermati. Seperti apa sih resep dari adonan pizza, apa saja zat-zat yang terkandung di dalamnya.. nah link berikut ini (link) memperlihatkan beberapa resep adonan pizza, yang tentu saja bisa kita lihat seperti apa kandungan bahan-bahan tersebut. (tentu saja resep bisa bervariasi, tergantung dari negara dan siapa yang membuat)

Nah kembali ke hipotesa, bisa jadi salah satu kandungan zat yang terdapat di dalam adonan tersebut, mempengaruhi sistem pencernaan (meningkatkan asam lambung atau gimana), yang menyebabkan munculnya diare. Nah penyebab diare sendiri kalo saya amati degan mata kepala saya (sekali lagi saya seorang "dummies" di dunia kesehatan) bisa bervariasi, bisa jadi karena bakteri, atau zat-zat tertentu. Nah kalau kembali dikaitkan dengan pizza tadi maka kemungkina terbesar (ntah pastinya berapa %) dipengaruhi oleh kandungan zat-zat yang terdapat pada adonan pizza... sangat kecil sekali (tapi sangat mungkin), dipengaruhi oleh bakteri yang terdapat pada pizza tersebut,....

So, bagaimana cara mencegahnya... simpel sebenernya "HIndari makan pizza" :D
OK, that's all

Betulkan jika saya salah !!

Selasa, 19 Januari 2010

menulis kembali.....

Terakhir kali nulis di blog -> Sabtu, 24 Januari 2009..
udah hampir satu tahun yang lalu...
Dulu udah pernah kepikiran bikin blog baru, karena blog ini sudah terlalu absurd buat dilanjutin...(baca : http://aiqu-blog.blogspot.com/2008/06/pengen-tapi-ndak-skarang.html).
Sampe dari kemaren sih kepikiran kayak gitu, cuman kayaknya eman, soalnya ratingnya udah tinggi di google.

Jadi kepikiran buat nulis lagi nih (gara-gara kemaren ada temen yang antusias nulis lagi dan mau diajak saingan heheh), tapi dengan konten yang lebih fresh (daripada yang dulu), dan tidak terlalu mengumbar masalah pribadi (daripada yang dulu). Dan sepertinya post yang dulu2 (baca: yang absurd dan gak logis) di un-publish aja...

Tapi butuh ide yang segar juga, yang inspiratif dan motivatif bagi orang lain, walaupun simple dan gak banyak tulisan. Dan memang spertinya blog ini akan dilarikan ke masalah daily life dengan topik yang ringan2 saja (daily life yang dimaksud tidak berarti masalah pribadi, tapi hal-hal yang bisa diindra dari suatu lingkungan)...

Tetep harapanya cuman satu... blog ini bisa jadi inspirasi dan motivasi buat orang yang membaca

Sabtu, 24 Januari 2009

don't know why... I hate politics

Suatu ketika aku pernah ditanya ibukku
"Iq, suk yen ono coblosan caleg milih sing ndi?" ["Iq, besok kalo ada pemilihan caleg milih yang mana"]......
Aku jawab, "kulo mboten ngurus buk, males nyoblos, mboten sudi", ["Saya, tidak mengurus buk, males nyoblos, tidak sudi"].... "Gak sudi?..." lantas ibukku tertawa...

Ya, seperti itu gambarannya, ketika aku sudah muak dengan kehidupan politik di Indonesia, ntah kenapa aku bener-bener muak, apalagi kalo liat akhir-akhir ini banyak sekali baliho-baliho dipinggir jalan, sebagai ajang promosi para caleg, ato calon pimpinan daerah.....
Mereka dengan bangga menyebutkan namanya yang "keren" dengan gelar yang "keren-keren" pula.... (for example: Drs, Ir, Djoko Suprianto SPd, SH, MSi, Mpd, MH ---> nama disamping hanya fiktif belaka :p)....
Sumpah, tambah mual selama perjalan, (untung penyakit mabok daratku udah sembuh)....

Malah, pernah suatu ketika baca di surat kabar, caleg di daerah tertentu banyak yang diindikasi lulusan SMA atau ijazah sarjana kejar paket C, atau apalah itu yang intinya bikin aku sangat-sangat tidak percaya pada kompetensi mereka....
Ya bukannya meragukan sih, saya akui emang ada beberapa tokoh yang bener-bener memprjuangkan hati rakyat....
Tapi banyak juga yang latar belakangnya seperti itu...

Sebenernya aku sering bertanya, kenapa sih kok jabatan sperti itu sering diperebutkan ??
Kalo ada beberapa orang ngomong itu gajinya gede, apa emang bener ???

Ya, seperti itulah pikiran-pikiranku yang tidak percaya pada orang-orang yang kadang berpura-pura memperjuangkan rakyat, padahal mereka cuman pengen membesarkan perut mereka sendiri.....
Jujur, tidak ada tokoh politik sekarang yang kukagumi...
Cuman ada beberapa tokoh politik lawas yang aku bener-bener kagum
M. Natsir, Hamka, Bung Hatta,.....
Dan spertinya, sekarang sangat susah mencari orang-orang seperti beliau...

That's why I hate politics...